Skip to main content

Posts

Koneksi antar materi-kesimpulan dan refleksi modul 1.1

Ditulis oleh Ely CGP 11 kelas 347-A. Saya adalah seorang guru yang selalu ingin belajar. Keputusan saya untuk mengikuti Program Guru Penggerak adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam mengajar. Saya juga ingin memudahkan langkah saya untuk mengembangkan komunitas guru belajar yang saya ikuti. Setelah satu minggu, banyak hal yang saya pelajari, bahkan lebih dari yang saya harapkan! Saya menemukan kembali bahwa guru bukan hanya pengajar tetapi juga pendidik, dengan tugas untuk mengembangkan manusia secara utuh, bukan hanya dari sisi akademik. Melalui berbagai materi, kelas diskusi, dan refleksi, saya ingin berbagi pengalaman saya di awal program ini sambil berefleksi. Di awal kegiatan kelas, saya diajak melihat pendidikan dari perspektif seorang murid dan memahami harapan mereka terhadap sekolah melalui kilas balik ketika bersekolah dulu. Saya juga diajak untuk menelusuri bagaimana pendidikan di masa kolonial dan menemukan bahwa banyak aspek pendidikan dari masa itu hing...

Awal tahun ajaran yang mendebarkan

Setiap tahun hal yang paling membuat perasaan campur aduk adalah saat akhir tahun ajaran. Kita melihat hasil pencapaian siswa yang kita ajar. Pencapaian siswa yang bagus dan sesuai dengan harapan membuat kita ikut merasa bangga dan bahagia, karena membuat kita merasa puas akan hasil kerja. Namun, apabila ada siswa yang pecapaiannya tidak sesuai harapan tak sedikit dari kita merasa geram, sedih dan bingung karena merasa sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi hasil yang didapat meleset. Apa yang salah? Siapa yang salah? Perasaan seperti ini terjadi pada saya setiap saat, bukan hanya saat akhir tahun ajaran. Di awal awal saya mengajar, saya berusaha mencari metode semenarik mungkin dan sekeren mungkin sehingga membuat siswa tertarik dengan pelajaran yang saya ajarkan dengan harapan membuat mereka bisa memahami pelajaran dengan baik. Saya mencari permainan permainan yang menyenangkan. Saya berusaha menciptakan kelas serileks mungkin sehingga siswa lebih merasa tenang, santai dan focus te...

Pendidikan seks di kelas 5 SD

"What is wet dream?" "Does menstruation hurt?" "Why there has to be hair growing in my private parts?" Ini adalah sebagian dari pertanyaan pertanyaan yang diajukan murid murid di kelas terkait pubertas. Jadi di kelas 5, awal tahun ajaran ini kita mulai dengan pembelajaran tentang pubertas. Loh, koq? Gak bahaya ta? 😱  Seks dan sekitarnya adalah hal yang anehnya masih tabu untuk dibicarakan terutama di sekolah sekolah di Indonesia. Padahal permasalahan permasalahn remaja terkait ini banyak sekali terjadi dan sekarang ada pada level mengkhawatirkan. Pertimbangan kami adalah akses informasi yang mudah untuk anak anak dengan konten konten yang memgkhawatirkan terkait seks dan sekitarnya, pengatuh pergaulan dan media informasi serta media sosial yang sulit untuk dibendung, serta sebagian besar murid yang ternyata sudah masuk pada masa puber dan memiliki keingintahuan tinggi tentang pubertas. Hal inilah yang membuat kami memutuskan untuk memberikan pemahaman ten...

SKGB edisi 16 dan SKGB edisi 21 (Referensi belajar)

Teman teman, ada referensi bacaan untuk teman teman guru pembelajar. Berikut adalah Surat Kabar Guru Belajar (SKGB) edisi 16 dan edisi 23. Langsung klik tautan dibawah dan unduh saja.  Semangat Belajar !!! SKGB edisi 16 Memanusiakan murid menumbuhkan disiplin SKGB edisi 21 Literasi untuk belajar

Guru, Emosi dan Murid Bermasalah

Guru: "Kamu kemana tadi? kenapa tidak ikut jam pelajaran saya?" Murid: "Saya ikut sosialisasi bu. Saya sudah menuliskan nama di list, dan katanya akan dimintakan ijin?" Guru: "Gak ada namanu di list, kamu bohong ya?" Murid: "Gak bu, saya sudah menuliskan nama saya." Guru: "Sudah , pokoknya kamu salah." Murid: "Maaf bu, kalau saya salah." Guru: "Dah, kamu tidak usah ikut UH dan tidak mendapatkan nilai." Ada yang pernah mengalami hal ini tidak semasa sekolah? Atau, mungkin ada yang pernah melakukan ini sebagai guru? Percakapan diatas diambil dari sebuah pengalaman murid. Ia merasa bingung dan sedih karena dimarahi meskipun sudah melakukan seperti yang diinstruksikan, menulis nama dan minta ijin. Setelah membaca dialog diatas bagaimana perasaan kita. Apakah memang muridnya yang sudah kurang ajar? Atau gurunya kurang sabar dan bisa dibilang normal dia marah seperti itu terhadap murid tersebut? Guru adalah manusia dan seb...

Tips menerapkan Disiplin Positif

 

REFLEKSI guru

"Cita-citamu apa?" Pertanyaan yang sering diajukan saat kita dulu kecil, bahkan hingga sekarang itu masih ditanyakan. Masih ada di ingatan, banyak yang menjawab "jadi dokter bu", "jadi insinyur", "jadi bos", "jadi tentara'. Ada juga yang bilang menjadi guru, karena dalam pikiran anak anak merupakan profesi yang mulia.  Waktu melaju dan banyak kebijakan yang diambil silih berganti untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Kesejahteraan yang dinilai merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tetapi masalah kesejahteraan ini terus berlanjut hingga sekarang. Banyak cerita tentang seorang guru honorer yang dibayar jauh dari kata layak dan bahkan diberikan secara rapel. Sekarang bahkan berbalik ada yang memandang profesi guru sebagai profesi yang enak, kerja ada liburnya, gaji utuh bahkan ada tunjangan. Selain kesejahteraan ada masalah cara mendidik yang dinilai tidak manusiawi. Dari sisi generasi senior dan guru bukan guru ...