Skip to main content

Rekomendasi film untuk guru

Guru adalah pembelajar sepanjang hayat, butuh upgrade ilmu dan butuh refreshment tentang betapa  indahnya profesi guru dengan segala intriknya yang asik. Bahkan saat liburan bisa digunakan sebagai kesempatan untuk belajar. Apakah harus buka buka buku? Banyak baca referensi? Mengikuti pelatihan pelatihan? Koq berasa sibuk bangett ya mengikut semua itu.

Membayangkan semua kegiatan itu bagi beberapa orang walaupun guru di saat liburan pula membuat kita berpikir untuk memulainya saja sudah lelah. Nah, ada cara yang seru untuk belajar sekaligus menghibur, yaitu dengan nonton film. 

Film memang seru dan sering menginspirasi banyak orang untuk mengubah hidupnya. Dari film kita banyak belajar tentan kehidupan meskipun film hanyalah cerita fiksi. Walaupun tak jarang film sering diadaptasi dari kisah nyata. Berikut adalah rekomdansi film untuk dinikmati selama liburan sekolah/ Film film ini menginspirasi saya dan membantu saya banyak belajar tentang hakikat dan bagaimana guru seharusnya. Bahkan ada juga cerita yang menginspirasi dalam melakukan Classroom Management, differensiasi, memahami murid dan semua yang berkaitan dengan profesi tercinta ini. Aku kasih rekomendasi rekomendasi film untuk guru yang sudah pernah aku tonton dan kalau menurut keyakinanku film film ini keren puolll. Yuk kita lihat listnya (ini urut berdasarkan tahun rilis ya ...)

Stand and Deliver (1988)

Film ini berdasarkan kisah nyata, Jamie Escalanate, seorang guru di SMA Grafield Los Angeles. Escalante melepaskan pekerjaan dengan cuan besar dan mendedikasikan kemampuannya untuk memenuhi panggilan hati sebagai guru matematika. Dari awal dia mengajar dia sudah berhadapan dengan murid murid yang memiki karakter yang cukup menantang dan menunjukkan penentangan terhadap belajar. Mereka bahkan menyampaikan pandangan mereka bahwa matematika bukanlah pelajaran yang penting yang akan membantu mereka nanti. Bahkan saat dia pulang seusai sekolah, dia menemukan mobilnya pecah ata di vandalisme. 

Hari pertama yang mengecewakan tidak membuat dia mundur. Dia mencari cara untuk bisa menarik perhatian murid muridnya. Keesokan harinya dia mencoba menarik perhatian muridnya dengan memakai celemek dan topi tukang masak membawa pisau dan memotong apel di depan murid muridnya. Murid-muridnya bingung apa yang mau dilakukan Escalante. Dia membagikan apel ke beberapa murid dan bertanya ada berapa apel yang kamu punya. Ccara ini berhasil, murid murid memperhatikan dan menunjukkan pemahaman mereka tentang pecahan dan bentu bentuk pecahan. Sederhana tapi mampu menarik perhatian. 

Keberhasilan ini tidak semerta merta langsung mencuri hati murid muridnya dna meyakinkan mereka bahwa belajar itu penting. Dan Escalante tidak berhenti begitu saja. Dia selalu mencoba mencari cara untuk bisa membuat muridnya mau belajar dan bisa menangkap pelajaran yang dia sampaikan dengan baik. Dengan kegigihannya dia berhasil menghantarkan muridnya meraih nilai yang bagus dalam ujian standarisasi. Sayangnya keberhasilan murid muridnya dianggap hal mencurigakan dan hasil tes mereka dianggak curang sehingga hasil itu dibatalkan. Escalante tidak menyerah dan berjuang untuk melindungi dan membuktikan bahwa murid mereka jujur.

Film ini berkisah tentang bagaimana seorang guru tidak seharusnya menyerah dan berusaha melakukan diferensiasi dalam mengajar. Dia juga menunjukkan bahwa seorang guru harusnya percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan dia mendampingi perjuangan murid muridya. Sangat inspiratife bukan?!

Dead Poet Society

Ini adalah film fiksi tentang seorang guru sastra, John Keating. Film ini dibuat terinspirasi oleh pengalaman pribadi penulis naskah nya, Tom Schulman, dan juga terinspirasi guru yang berpengaruh pada masa remajanya di sekolah persiapan kuliah.

Film ini mengeksplorasi tentang apa yang dirasakan nyata oleh guru guru seperti tekanan orang tua dan sekolah, mencari identitas, sistem pendidikan yang kaku dan guru yang mampu menginspirasi muridnya untuk berpikir kritis dan mandiri. Karakter utamanya, guru sastran, John Keating menumbuhkan kemampuan berpikir murid muridnya melalui aprsiasi sastra, mencinta dan mempelajari puisi yang metode ini sangat bertentangan dengan standar sistem yang ada di sekolah itu. Dia membantu 7 muridnya menemukan jati diri dan menumbuhkan kepercayaan diri yang selama ini dikekang oleh aturan yang menganggap mereka murid murid bermasalah. 

Apa yang dilakukan John Keating memberikan inspirasi bagaimana guru tidak takut mendobrak sistem yang mengekang dan membantu murid muridnya mencintai belajar tanpa harus merasa dikekang dalam aturan yang kurang fleksibel.

Matilda (1996)

Meskipun pemeran utama dari film ini bukanlah seorang guru, tapi cukup inspiratif untuk menjadikan diri guru yang baik seperti apa. Berkisah tentang seorang anak berkemampuan istimewa yang memiliki kecerdasa yang melebihi usianya sejak dia bayi. Matilda juga sangat mencintai buku dari kecil. Sayangnya kemampuan ini dibatasi oleh kehidupan seklilingnya. Dia hidup dalam keluarga yang tidak memandang pendidikan sebagai hal penting. Dia juga disekolahkan di sebuah sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah, bu truchTrunchbull, yang sangat ketat dalam aturan meskipun banyak aturan yang ada tidakllah masuk akal. 

Beruntungnya Amtilda memiliki seorang guru, bu Honey, yang merepresantasikan empati, kebaikan dan kesabaran. Bu Honey mempercayai kemampuan muridnya, bahwa murid muridnya memiliki potensi potensi yang bisa berkembang serta berusaha menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman untuk mereka. Mengingat karakter pimpinan sekolah, kondisi sekolah serta karakter keluarga Matilda, bu Honey menemui banyak tantangan dalam membantu Matilda. Bu Honey tidak menyerah begitu saja dan tetap mebantu Matilda dan murid muridnya untuk bisa belajar dengan layak dan tanpa rasa takut. Jalan cerita film ini menunjukkan kontras antara penngajaran yang supportive dan pengajaran yang mengendalikan, motivasi dan hukuman, serta memahami murid dan meremehkan kebutuhan mereka.

Karaketr bu Honey menginspirasi guru untuk memiliki karakter seperti yang ditunjukkan bu Honey dan mampu memberikan ruang nyaman untuk rasa ingin tahu, menemukan potensi, saling memahami dan menghargai dan mendengarkan murid (memahamai murid)

The Ron Clark Story (2006)

Terinsiprasi oleh sebuah kisah nyata Ron Clark yang pindah dari sebuah kota kecil di North Carolina ke New York, untuk menjadi guru dan menemukan tantangan yang berbeda. Ron Clark meninggal zona nyamannya di kota asalanya dimana dia sudah meraih prestasi ke sebiah kota besar dengan latar belakang orang orangnya yang bermacam macam yang jauh beda dengan kota kecil asalnya. 

Dia mengawali hidupnya di kota besar dengan penuh semangat tetapi usahanya dalam mencari perkejaan sebagai guru di sekolah sekolah gagal. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dia bekerja di sebuah restoran bertema sastra sebagai pelayan sambil tetap mencari lowongan sebagai guru di sekolah sekolah.

Pada suatu hari di sebuah sekolah, temapat dia akan melamar, Ron Clark menyaksikan seorang guru yang berselisih paham mencoba menghentikan muridnya yang meninggalkan kelas. Sayang guru tersebut mencoba dengan cara keras. Melihat ini Ron ingin membantu melerai. Lalu datang kepala sekolah yang berusaha menghentikan perkelahian itu dan meminta murid tersebut kembali ke kelas. Kepala sekolah tersebut menegur guru bersangkutan dan guru itu mengajukan pengunduran diri dari pekerjaannya di sekolah tersebut karena merasa tidak mampu lagi menangani murid tersebut. Ron melihat kesempatan ada satu posisi kosong dan langsung melamar dan mengatakan bahwa dia siap bekerja hari itu juga.

Ron diterima sebagai guru dan diajak melihat kelas yang ditawarkan Rom. Ada hal yang menarik perhatian Ron, sebuah kelas yang tidak teratur, ramai dan murid muridnya tidak sopan dan tampak tidak mau untuk belajar. Dia minta posisi sebagai guru kelas tersebut. Kepala sekolah terkejut mendengar pemintaan Ron, tetapi akhirnya membiarkan Ron untuk mencoba mengajar kelas tersebut.

Pertama masuk, Ron sudah dibuat lelas dengan tingkah murid murid di kelas. Mereka tidak tertib bahkan berperilaku tidak sopan. Hari berikutnya Ron mencoba berkenalan dan menyampaikan tentang aturan aturan yang harus diikuti. Belum sampai ke aturan ke 3, murid muridnya sudah menunjukkan pertentangan, bahkan beberap terang terangan menantang Ron. Masih dibuat frustasi, tapi Ron tidak menyerah. Dia masih mencoba mendiskusikan aturan aturan yang ida harap bisa diikuti murid muridnya dengan baik. Dia menjelaskan mengapa aturan tersebut harus diikuti dan menyampaikan konsekuensi apabila aturan teresbut dilanggar. Aturan-aturan itu berhasil disampaikan tetapi prosesnya tidak berhenti disitu, karena masih banyak murid yang mencoba untuk melanggar. Ada satu pelanggaran yang dilakukan murid dan dia mengajak murid tersebut berdiskusi dan memberikan pemahaman tentang konsekuensi yang terjadi akibat yang murid itu lakukan.

Ada juga satu adegan dimana Ron dibuat frustasi karena murid muridnya susah menghapal. Dia berpikir keras mencoba mencari ide membantu murid muridnya. Terinspirasi oleh musik yang dimainkan tetangganya, Ron mengajak murid untuk menghapal dengan menyanyikan lagu Rap. Daaan muridnya suka.

2. 3 Idiots

3. Taree Zameen Par

5. Freedom Writers

7. Beyond The Balckboard

9. Laskar Pelangi

10. The Class

11. Stand and Deliver (1988)


Comments

Popular posts from this blog

RPP Deep Learning??!!!

"Ini RPPnya kow begini ya, formatnya salah" "RPP merdeka belajar itu seperti apa? tolong dong contohnya." "Teman-teman, yang punya RPP Deep Learning.Tolong share" Percakapan seperti ini sering muncul setiap kali guru berkumpul. Setiap menjelang akreditasi, ribut soal format RPP. Ganti menteri, ribut lagi. Seolah format RPP menjadi hal yang paling penting dalam perencanaan pembelajaran. Padahal, buat saya, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) bukan soal format atau template baku. Saya lebih suka menyebutnya lesson plan, karena esensinya adalah rancangan yang memandu guru dalam memfasilitasi proses belajar murid. Maka, aneh rasanya kalau semua guru harus mengikuti satu format yang seragam. Setiap guru punya gaya, cara, dan konteks yang berbeda. Fokus seharusnya bukan pada tampilannya, tapi isi RPP itu sendiri. Apakah ia benar-benar mencerminkan proses belajar yang bermakna? Keributan tentang format RPP sering ditemui setiap ketemu teman teman guru.Tiap...

Guru, Emosi dan Murid Bermasalah

Guru: "Kamu kemana tadi? kenapa tidak ikut jam pelajaran saya?" Murid: "Saya ikut sosialisasi bu. Saya sudah menuliskan nama di list, dan katanya akan dimintakan ijin?" Guru: "Gak ada namanu di list, kamu bohong ya?" Murid: "Gak bu, saya sudah menuliskan nama saya." Guru: "Sudah , pokoknya kamu salah." Murid: "Maaf bu, kalau saya salah." Guru: "Dah, kamu tidak usah ikut UH dan tidak mendapatkan nilai." Ada yang pernah mengalami hal ini tidak semasa sekolah? Atau, mungkin ada yang pernah melakukan ini sebagai guru? Percakapan diatas diambil dari sebuah pengalaman murid. Ia merasa bingung dan sedih karena dimarahi meskipun sudah melakukan seperti yang diinstruksikan, menulis nama dan minta ijin. Setelah membaca dialog diatas bagaimana perasaan kita. Apakah memang muridnya yang sudah kurang ajar? Atau gurunya kurang sabar dan bisa dibilang normal dia marah seperti itu terhadap murid tersebut? Guru adalah manusia dan seb...

Pendidikan seks di kelas 5 SD

"What is wet dream?" "Does menstruation hurt?" "Why there has to be hair growing in my private parts?" Ini adalah sebagian dari pertanyaan pertanyaan yang diajukan murid murid di kelas terkait pubertas. Jadi di kelas 5, awal tahun ajaran ini kita mulai dengan pembelajaran tentang pubertas. Loh, koq? Gak bahaya ta? 😱  Seks dan sekitarnya adalah hal yang anehnya masih tabu untuk dibicarakan terutama di sekolah sekolah di Indonesia. Padahal permasalahan permasalahn remaja terkait ini banyak sekali terjadi dan sekarang ada pada level mengkhawatirkan. Pertimbangan kami adalah akses informasi yang mudah untuk anak anak dengan konten konten yang memgkhawatirkan terkait seks dan sekitarnya, pengatuh pergaulan dan media informasi serta media sosial yang sulit untuk dibendung, serta sebagian besar murid yang ternyata sudah masuk pada masa puber dan memiliki keingintahuan tinggi tentang pubertas. Hal inilah yang membuat kami memutuskan untuk memberikan pemahaman ten...