Skip to main content

Belajar melalui bermain simulasi: Distribusi Global

Kelas 6 belajar tentang sumber daya dan distribusi serta dampak distribusi global terhadap sebuah negara atau sumber daya tersebut. 

Di unit ini target capaian pembelajaran adalah siswa bisa menunjukkan pemahaman bagaimana penyebaran sumber daya membawa dampak terhadap kondisi sebuah negara dan apa saja yang dilakukan untuk mengatasi masalah ketimpangan distribusi. Lalu bisa menympulkan bagaimana tanggung jawab individu sebagai anggota sebuah komunitas atau warga berperan aktif dalan distirbusi global.

Kegiatan pembelajaran pada setiap unit selalu kami awali dengan provokasi yang dapat menstimulasi dan mengarahkan pemikiran siswa bahwa selama satu unit pembelajaran (6 minggu ke depan), mereka akan mempelajari tentang distribusi global. Provokasi ini juga bertujuan memancing rasa ingin tahu siswa agar mereka mulai bertanya dan melakukan inkuiri terkait isu distribusi global.

Murid-murid kelas 6 tahun ini merupakan siswa yang aktif dan lebih mudah memahami pembelajaran melalui kegiatan bergerak serta pengalaman langsung (hands-on learning). Dari kondisi tersebut, muncul ide untuk melakukan simulasi sebagai bentuk pengalaman nyata terkait materi yang akan dipelajari. Melalui simulasi ini, siswa diharapkan dapat terstimulasi untuk berinkuiri berdasarkan pengalaman langsung yang mengajak mereka menemukan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan distribusi global.

Comments

Popular posts from this blog

RPP Deep Learning??!!!

"Ini RPPnya kow begini ya, formatnya salah" "RPP merdeka belajar itu seperti apa? tolong dong contohnya." "Teman-teman, yang punya RPP Deep Learning.Tolong share" Percakapan seperti ini sering muncul setiap kali guru berkumpul. Setiap menjelang akreditasi, ribut soal format RPP. Ganti menteri, ribut lagi. Seolah format RPP menjadi hal yang paling penting dalam perencanaan pembelajaran. Padahal, buat saya, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) bukan soal format atau template baku. Saya lebih suka menyebutnya lesson plan, karena esensinya adalah rancangan yang memandu guru dalam memfasilitasi proses belajar murid. Maka, aneh rasanya kalau semua guru harus mengikuti satu format yang seragam. Setiap guru punya gaya, cara, dan konteks yang berbeda. Fokus seharusnya bukan pada tampilannya, tapi isi RPP itu sendiri. Apakah ia benar-benar mencerminkan proses belajar yang bermakna? Keributan tentang format RPP sering ditemui setiap ketemu teman teman guru.Tiap...

Guru, Emosi dan Murid Bermasalah

Guru: "Kamu kemana tadi? kenapa tidak ikut jam pelajaran saya?" Murid: "Saya ikut sosialisasi bu. Saya sudah menuliskan nama di list, dan katanya akan dimintakan ijin?" Guru: "Gak ada namanu di list, kamu bohong ya?" Murid: "Gak bu, saya sudah menuliskan nama saya." Guru: "Sudah , pokoknya kamu salah." Murid: "Maaf bu, kalau saya salah." Guru: "Dah, kamu tidak usah ikut UH dan tidak mendapatkan nilai." Ada yang pernah mengalami hal ini tidak semasa sekolah? Atau, mungkin ada yang pernah melakukan ini sebagai guru? Percakapan diatas diambil dari sebuah pengalaman murid. Ia merasa bingung dan sedih karena dimarahi meskipun sudah melakukan seperti yang diinstruksikan, menulis nama dan minta ijin. Setelah membaca dialog diatas bagaimana perasaan kita. Apakah memang muridnya yang sudah kurang ajar? Atau gurunya kurang sabar dan bisa dibilang normal dia marah seperti itu terhadap murid tersebut? Guru adalah manusia dan seb...

Pendidikan seks di kelas 5 SD

"What is wet dream?" "Does menstruation hurt?" "Why there has to be hair growing in my private parts?" Ini adalah sebagian dari pertanyaan pertanyaan yang diajukan murid murid di kelas terkait pubertas. Jadi di kelas 5, awal tahun ajaran ini kita mulai dengan pembelajaran tentang pubertas. Loh, koq? Gak bahaya ta? 😱  Seks dan sekitarnya adalah hal yang anehnya masih tabu untuk dibicarakan terutama di sekolah sekolah di Indonesia. Padahal permasalahan permasalahn remaja terkait ini banyak sekali terjadi dan sekarang ada pada level mengkhawatirkan. Pertimbangan kami adalah akses informasi yang mudah untuk anak anak dengan konten konten yang memgkhawatirkan terkait seks dan sekitarnya, pengatuh pergaulan dan media informasi serta media sosial yang sulit untuk dibendung, serta sebagian besar murid yang ternyata sudah masuk pada masa puber dan memiliki keingintahuan tinggi tentang pubertas. Hal inilah yang membuat kami memutuskan untuk memberikan pemahaman ten...